Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Implementasi Kurikulum 2013 dalam Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 mendorong perubahan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. sehingga diperlukan revisi kurikulum 2013 untuk mengantisipasi perkembangan abad 21, sesuai dengan kebutuhan zaman now dan karakteristika peserta didik. Revisi kurikulum 2013 menyesuaikan perubahan pada penataan Standar Nasional Pendiikan, Standar Kompetensi Lulusan, Standar ISI, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan.
Penyempurnaan kurikulum perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambuangan untuk memperoleh hasil yang optimal, terutama berkaitan dengan penerapan serta penjabaran standar ISI dan Standar Kompetensi Lulusan. Perubahan kurikulum tidak harus dilakukan secara makro, tetapi bisa dalam tatanan mikro, yaitu pada tatanan pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah-sekolah, bahkan dalam tatanan kelas dan tatanan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dengan demikian dalam implementasi kurikulum 2013 revisi, mengubah mindset guru merupakan tuntutan baru yang harus dilakukan untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu.

Dalam implementasinya, kurikulum 2013 revisi menuntut guru untuk mengembangkan pembelajaran dengan mengintegrasikan empat hal penting, yaitu penguatan pendidikan karakter, literasi, ketrampilan abad ke-21, dan higher order thingking skill.

Penguatan pendidikan karakter diintegrasikan dalam pembelajaran terutama ditekankan pada pembentukan lima karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas. Integrasi dilakukan untuk memperdalam, memperluas dan menyelaraskan berbagai program dan keigiatan karakter yang sudah dilaksanakan disekolah sampai sekarang.

Literasi dapat dijabarkan melalui literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual. Literasi ditujukan untuk meningkatkan kemampuan warga sekolah, khususnya peserta didik dalam mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas dan melalui berbagai aktivitas antarlain, membaca, menulis, dan berbicara.

Integrasi ketrampilan abad ke-21 mencakup communication collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation bukan hanya trasfer ilmu, namun pembentukan kompetensi abad ke-21. Pentingnya penguasaan kompetensi abad ke-21 sebagai sarana meraih kesuksesan khususnya di era globalisasi dan era disrupsi. Era ini ditandai dengan percepatan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Higher Order Thingking Skill mencakup kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, meta kognotif dan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki peserta didik. Kurikulum 2013 menuntut materi pembelajarannya sampai berpikir tingkat tinggi yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain dan memperkirakan. Kemampuan-kemampuan tersebut sangat diperlukan oleh peserta didik, agar mereka dapat menghadapi dan menikmati kehidupannya kelak dimasyarakat yang senantiasa disentuh dan bersentuhan dengan teknologi.

Silabus Kurikulum 2013

Dalam permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 dikemukakan bahwa silabus paling sedikit memuat sepuluh hal sebagai berikut.
  1. Identitas mata pelajaran
  2. Identitas sekolah terdiri dari nama satuan pendidikan dan kelas.
  3. Kompetensi inti merupakan gambaran seara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.
  4. Kompetensi dasar merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran
  5. Tema (khusus SD/MI/SDLB/PaketA)
  6. Materi pokok, terdiri dari materi sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  7. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
  8. Penilaian, adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
  9.  Alokasi waktu, sesuai jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun.
  10. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

Rencana pelaksanaan pembelajaran terdiri dari berbagai komponen yang sekaligus berkaitan satu sama lain. Dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 dikemukakan bahwa komponen RPP terdiri atas berikut ini.
  1. Nama sekolah atau satuan pendidikan
  2. Nama mata pelajaran
  3. Kelas/semester
  4. Materi pokok
  5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapi.
  6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur.
  7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
  8. Materi pokok, sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
  9. Metode pembelajaran, digunakan sebagai sarana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.
  10. Media pembelajaran, perantara pesan pembelajaran berupa alat peraga dan alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.
  11. Sumber belajar, berbagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk kepentingan belajar, bisa berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
  12. Prosedur pembelajaran, yang mencakup kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
  13. Penilain pembelajaran, baik penilaian proses maupun hasil pembelajaran.

 

Pembelajaran Abad ke-21

Perubahan kurikulum 2013 salah satunya terletak pada standar proses bahwa pembelajaran harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik tingkat tinggi Higher Order Thingking Skill(HOTS). Pembelajaran HOTS dapat diciptakan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan stadar isi, dengan memperhatikan prinsip pembelajaran sebagai berikut (Kemendikbud, 2016).
  1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu
  2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.
  3. Dari pendekatan kontekstual menuju prose sebagai penguatan penggunaan ilmiah.
  4. Dari pembelajarn berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi
  5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu
  6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang seberannya multidimensi
  7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif
  8. Peningkatan dan keseimbangan antara ketrampilan fisikal dan mental
  9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
  11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah dan di masyarakat.
  12. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belajar budaya peserta didik.

Pembelajaran HOTs dapat dimulai dari guru mengunakan pembelajaran aktif, kreatif, Efektif, dan menyenangkan. Memilih pendakatan pembelajaran yang tepat dan efektif, menggunakan media dan sumber belajar yang bervariasi, melakukan pembentukan karakter dan kompetensi secara tepat, serta menentukan kriteria keberhasilan.

Pembelajaran Aktif
Dalam model pembelajaran aktif, guru lebih memposisikan diri sebagai fasilitator, memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. Peserta didik terlibat aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan dan bimbingan serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran. Pembelajaran aktif memiliki persamaan dengan model pembelajaran self discovery learning, yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik untuk menemukan kesimpulan sendiri sehingga dapat dijanikan sebagai nilai baru yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif menuntut guru untuk mampu merangsang  kreativitas  peserta didik, baik dalam mengembangkan kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan. Berpikir kreatif selalu dimulai dengan berpikir kritis, yaitu menemukan dan melahirkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau memperbaiki sesuatu.
Siswa dikatakan kreatif apabila mampu melakukan sesuatu yang menghasilkan sebuah kegiatan baru, yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dengan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru.

Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru dan membentuk kompetensi peserta didik, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Seluruh peserta didik harus dilibatkan secara penuh agar bergairah dalam pembelajaran sehingga suasana pembelajaran betul-betul kondusif, dan terarah pada tujuan dan pembentukan kompetensi peserta didik.

Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan merupakan suatu proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat  sebuah kohesi yang kuat atnara pendidik dan peserta didik, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, guru harus mampu merancang pembelajaran dengan baik, memilih materi yang tepat, serta memilih dan mengembangkan strategi yang dapat melibatkan peserta didik secara optimal.

Sumber : Implementasi Kurikulum 2013 Revisi (Prof Dr. H.E Mulyana, M.Pd)
Pak Dahlan
Pak Dahlan Admin Sumber Belajar adalah Dachlan Moersid. Misi Sumber Belajar adalah Belajar sepanjang waktu dan berbagi setiap saat. Fokus pada bidang Matematika, Komputer dan pendidikan. Mencoba berbagi dari pengalaman mengajar matematika di sekolah dan di bimbingan belajar Primagama. Dalam dunia pendidikan pernah berkesempatan untuk menjadi instruktur nasional kurikulum 2013, pendamping teaching factory dan smart school serta menjadi narasumber berbagai workshop tentang dunia pendidikan. Saat ini mencoba untuk belajar dan berbagi.

Post a Comment for "Implementasi Kurikulum 2013 dalam Era Revolusi Industri 4.0"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Template Blogger Terbaik Rekomendasi