Pendekatan Matematika Realistik Sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif.
Pendekatan Matematika Realistik Sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif.
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian peserta didik. Dari beberapa data hasil penilaian menunjukkan hal yang sama, seperti hasil Ujian Nasional, Program for International Student Assessmen (PISA), TIMSS (Trend for International Mathematic and Sciences Study), dan Indonesia National Assessment Program (INAP).
Indonesia telah berpartisipasi dalam PISA pertama kali dilaksanakan di tahun 2000. PISA merupakan suatu program penilaian skala internasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa bisa menerapkan pengetahuan yang sudah mereka palajaran di sekolah. PISA fokus pada kemampuan mengukur siswa dalam bidang membaca, matematika dan sains. Walaupun Indonesia telah terlibat sejak awal dalam penyelenggaraan PISA, hasil yang dicapai siswa Indonesia jauh dari memuaskan. TIMSS adalah rangkaian penilaian internasional akan pengetahuan matematika dan sains dari para pelajar di berbagai belahan dunia yang dilakukan setiap empat tahunan. Dari hasil TIMSS pada tahun 2015 menunjukkan Skor Matematika 397, menempatkan Indonesia di nomor 45 dari 50 negara.
Sedangkan, hasil INAP (Indonesia National Assessment Program) menunjukkan bahwa 77,13% kompetensi matematika anak masih kurang. (Puspendik). Gambaran di atas menunjukkan bahwa pembelajran matematika memerlukan strategi dan teknik tersendiri dalam penyampaiannya. Untuk itu pembelajaran harus senantiasa inovatif dengan mempertimbangkan karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan. Matematika realistis adalah salah satu alternatif pembelajaran Inovatif.
Indonesia telah berpartisipasi dalam PISA pertama kali dilaksanakan di tahun 2000. PISA merupakan suatu program penilaian skala internasional yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa bisa menerapkan pengetahuan yang sudah mereka palajaran di sekolah. PISA fokus pada kemampuan mengukur siswa dalam bidang membaca, matematika dan sains. Walaupun Indonesia telah terlibat sejak awal dalam penyelenggaraan PISA, hasil yang dicapai siswa Indonesia jauh dari memuaskan. TIMSS adalah rangkaian penilaian internasional akan pengetahuan matematika dan sains dari para pelajar di berbagai belahan dunia yang dilakukan setiap empat tahunan. Dari hasil TIMSS pada tahun 2015 menunjukkan Skor Matematika 397, menempatkan Indonesia di nomor 45 dari 50 negara.
Sedangkan, hasil INAP (Indonesia National Assessment Program) menunjukkan bahwa 77,13% kompetensi matematika anak masih kurang. (Puspendik). Gambaran di atas menunjukkan bahwa pembelajran matematika memerlukan strategi dan teknik tersendiri dalam penyampaiannya. Untuk itu pembelajaran harus senantiasa inovatif dengan mempertimbangkan karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan. Matematika realistis adalah salah satu alternatif pembelajaran Inovatif.
Landasan Filosofi Pendekatan Matematika Realistik
Realistic Mathematics Education (RME) yang berasal dari Negeri Belanda merupakan dasar implementasi Pendekatan matematika realistis Indonesia. RME pertama kali dikenalkan oleh Freudenthal (1905-1990) seorang penulis, pendidik dan matematikawan berkebangsaan Belanda dari institute freundenthal yang didirikan pada tahun 1971. Freundenthal berpendapat bahwa pendekatan merupakan suatu proses interaksi dengna lingkungan yang berkesinambungan. Paradigma pendekatan dalam RME menekankan pada proses pembelajaran daripada mengajar, pendekatan memperlakukan siswa sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri. Kebermaknaan konsep matematika merupakan konsep utama dari pendekatan matematika realistis. RME dalam kontek Indonesia diterjemahkan menjadi pendekatan matematika realistis Indonesia disebut PMRI. Falsafah yang mendasari pendekatan matematika realistik seperti falsafah induknya yaitu konstruktivisme. Siswa adalah subyek yang aktif membangun pengetahuannya melalui interaksi dirinya dengan lingkungannya melalui proses asimilasi dan akomodasi.Pengertian Pendekatan Matematika Realistik
Pendekatan matematik realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran matematika yang diawali dengan menyajikan konten matematika yang dihubungkan dengan situasi nyata yang sudah dikenal siswa. Kemudian melalui eksplorasi terhadap situasi nyata siswa menemukan kembali konsep matematika yang akan dipelajari (Euis Esti dkk :2019).
Treffers (dalam Ariyadi, 2012) merumuskan lima karakteristik pendekatan matematika realistis, yaitu:
Penggunaan Konteks
Permasalahan realistis digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika. Kontek tidak harus berupa masalah dunia nyata namumn bisa dalam bentuk permainan, menggunakan alat peraga atau situasi lain selama hal tersebut bermakda dan bisa dibayangkan dalam pikiran siswa.
Penggunaan Model untuk Matematisasi Progresif.
Model digunakan dalam melakukan matematisasi secara progresif. Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan dari pengetahuan dan matematika tingkat konkret menuju pengetahuan matematika tingkat formal.
Pemanfaatan Hasil Konstruksi
Siswa Matematika tidak diberikan kepada siswa sebagai suatu prodak yang siap dipakai tetapi sebagai suatu konsep yang dibangun oleh siswa. Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah sehingga diharapkan akan diperoleh strategi yang bervariasi.
Interaktivitas
Proses belajar siswa akan menjadi lebih singkat dan bermakna ketika siswa saling menkomunikasikan hasil kerja dan gagasan mereka. Pemanfaatan interaksi dalam pembelajaran matematika bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan efektif siswa secara simultan.
Keterkaitan
Banyak konsep matematika yang memiliki keterkaitan. Pendekatan realistis matematika menempatkan keterkaitan antar konsep matematika sebagai hal yang harus dipertimbangkan dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran matematika diharapkan bisa mengenalkan dan membangun lebih dari satu konsep matematika secara bersamaan.
Treffers (dalam Ariyadi, 2012) merumuskan lima karakteristik pendekatan matematika realistis, yaitu:
Penggunaan Konteks
Permasalahan realistis digunakan sebagai titik awal pembelajaran matematika. Kontek tidak harus berupa masalah dunia nyata namumn bisa dalam bentuk permainan, menggunakan alat peraga atau situasi lain selama hal tersebut bermakda dan bisa dibayangkan dalam pikiran siswa.
Penggunaan Model untuk Matematisasi Progresif.
Model digunakan dalam melakukan matematisasi secara progresif. Penggunaan model berfungsi sebagai jembatan dari pengetahuan dan matematika tingkat konkret menuju pengetahuan matematika tingkat formal.
Pemanfaatan Hasil Konstruksi
Siswa Matematika tidak diberikan kepada siswa sebagai suatu prodak yang siap dipakai tetapi sebagai suatu konsep yang dibangun oleh siswa. Siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi pemecahan masalah sehingga diharapkan akan diperoleh strategi yang bervariasi.
Interaktivitas
Proses belajar siswa akan menjadi lebih singkat dan bermakna ketika siswa saling menkomunikasikan hasil kerja dan gagasan mereka. Pemanfaatan interaksi dalam pembelajaran matematika bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan efektif siswa secara simultan.
Keterkaitan
Banyak konsep matematika yang memiliki keterkaitan. Pendekatan realistis matematika menempatkan keterkaitan antar konsep matematika sebagai hal yang harus dipertimbangkan dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran matematika diharapkan bisa mengenalkan dan membangun lebih dari satu konsep matematika secara bersamaan.
Langkah-Langkah Pendekatan Matematika Realistik
Euis Esti dkk (2019) mengatakan beberapa langkah dalam pendekatan matematika realistik sebagai berikut:
1. Fase pendahuluan Guru memulai pelajaran dengan mengajukan masalah riil atau real bagi siswa yang berarti sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya.
2. Fase pengembangan
Siswa mengembangkan atau menciptakan model simbolik secara informal dari persoaaln atau masalah kontekstual yang diajukan.
3. Fase penutup atau penerapan
Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap langkah-langkah yang sudah ditempuh atau terhadap hasil pembelajaran yang diperoleh siswa.
Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Matematika Realistik
Euis Esti dkk (2019) mengemukakan kelebihan sebagai berikut:
- Memberikan pengertian yang jelas kepada siswa tentang keterkaitan antar matematika dengan masalah kehidupan sehari-hari
- Dapat dikontruksikan dan dikembangkan sendiri oleh siswa
- Cara menyelesaikan soal atau masalah tidak harus tunggal, dan tidak perlu sama antara orang yang satu dengan yang lainya, Siswa dapat menemukan konsep-konsep matematika dengan bantuan guru
Selain kelebihan pendekatan realistik matematika memiliki beberapa kelemahan, diataranya adalah:
Tidak selalu mudah mencari soal atau masalah kontektual yang dikenal siswa
Penilaian dan pelaksanaan pembelajaran matematika realistik lebih rumit daripada pembelajaran konvensional.
Pemilihan alat peraga harus cermat sehingga betul-betul dapat membantu prose berpikir siswa..
Contoh Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendekatan Matematika Realistik
Contoh 1
Contoh 2
Judul Kegiatan : Berlatih Menganalisis konsep jarak antara titik, garis, dan bidang dalam
kehidupan nyata
Jenis kegiatan : Diskusi kelompok
Langkah kegiatan :
kehidupan nyata
Jenis kegiatan : Diskusi kelompok
Langkah kegiatan :
- Amatilah benda-benda yang dapat di ruang kelas dengan cermat.
- Berdiskusilah dengan anggota kelompokmu, benda-benda apa sajakah yang dapat diasumsikan sebagai titik, garis, dan bidang. Kemudian, carilah 10 pasang benda yang mempunyai jarak satu dengan yang lain.
- Berdasarkan kedudukan benda-benda tersebut, carilah jarak antara satu dengan yang lain dengan alat pengukur.
- Berdasarkan hasil pekerjaan, apa yang dapat kamu simpulkan mengenai jarak antara titik, garis dan bidang.
- Sampaikan hasil pekerjaan kelompok di depan kelas dengan percaya diri.
Contoh 2
Judul Kegiatan : Berlatih menyelesaikan masalah kontektua.
Jenis kegiatan : Diskusi kelompok
Langkah kegiatan :
Perhatikan gambar diwabah ini
Jenis kegiatan : Diskusi kelompok
Langkah kegiatan :
Perhatikan gambar diwabah ini
Berapa banyak air dalam cangkir muat dituang ke dalam satu botol besar?
sebelum menjawab, nyatakan dulu situasi di atas dalam model matematika, kemudian selesaikan model tersebut.
Jawab:
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
sebelum menjawab, nyatakan dulu situasi di atas dalam model matematika, kemudian selesaikan model tersebut.
Jawab:
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..................................................................................................................................
Sumber : Pendidikan Inovatif Matematika ( Euis Eti dkk)
Pendidikan Matematika Realistik ( Ariyadi )




Post a Comment for "Pendekatan Matematika Realistik Sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif."